PKL; PEJUANG EKONOMI DALAM SUATU EVENT

Ceritanya Hari Senin, 22/10/2018, ditengah jeda aktifitas Turnamen Sepak Bola Ema Gadi Djou Memorial Cup 2018 yang diselenggarakan oleh Dokar Uniflor di Stadion Marilonga Ende, saya bersama teman-teman yang salah satunya seorang the master bloger  sedang bersantai ria di area depan stadion.

Sambil menikmati kopi yang ditraktir oleh Tuteh, kami bercerita ngalur ngidul tentang pelaksanaan turnamen plus menikmati  lalu lintas kendaraan dan hilir mudik penonton.  Tiba-tiba terdengar ucapan yang keluar dari mulut Tuteh. Si mentor bloger yang cantik ini berujar, “Om, ayo nulis tentang pejuang ekonomi.

P_20181022_175251Benar juga nih ide dari tuteh. Sudah seminggu pelaksanaan turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup  tidak pernah terpikirkan akan kehadiran para pedagang kaki lima dalam ajang tersebut. Setiap hari sebelum penonton ataupun keseblasan yang akan bertanding hadir di stadion mereka sudah membentangkan tikar kemudian memajang jualannya. Ada juga yang hilir mudik dengan menenteng dagangannya dan menawarkan kepada para penonton dan juga kepada panitia.

Dengan sisa kopi yang masih ada, saya mencoba untuk bertanya kepada salah seorang ibu berjilbab yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima. Katanya Ia berasal dari Saraboro dan selama pelaksanaan turnamen ini dari kediamannya ia menumpang ojek ataupun angkot.

si Ibu ini bercerita bahwa pemasukannya sangat bergantung dari ramai dan tidaknya penonton. Jika lagi ramai pemasukannya bisa mencapai Rp. 100.000 atau lebih. Dan  jika lagi sepi kadang hanya mencapai Rp. 30.000-50.000.  Belum nanti dipotong dengan biaya transportasi pulang pergi.

P_20181022_175159Kata si ibu, dagangannya akan banyak yang laku kalau tim yang bertanding mempunyai suporter fanatik. Jika Penonton dan pendukungnya banyak maka ia kadang kelabakan dalam melayani pembeli. Tapi jika tim yang bertanding tidak memiliki supporter fanatic dagangannya tidak banyak yang terjual.

Ya ..inilah fenomena para pejuang ekonomi yang memanfaatkan kesempatan untuk mengais rejeki dalam suatu ajang. Event-event yang dibuat seperti ini cukup berpengaruh bagi para pedagang kaki lima dalam berjuang mengais rejeki ditengah himpitan ekonomi. Kehadiran merekapun  juga membantu penonton ataupun pengunjung yang tidak ingin bersusah-susahan dalam mencari kebutuhan dadakan  seperti minuman atau air mineral, snack, permen maupun rokok ataupun bahkan jajanan lainnya.

#athanuablog

 

 

Iklan

One response

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s